
MALILI, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah terus mencanangkan sejumlah program untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, termasuk infrastruktur. Kali ini, program penerangan diluncurkan di Mahalona, terutama di daerah transmigrasi SP-3.
Penerangan dibagikan kepada 260 kepala keluarga yang merupakan Program PT. Machine Control Automation (MCA) yang telah dihibahkan kepada Jurnal Celebes sebagai pelaksana diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) dan Penghijauan yang sedianya dimulai Januari 2017 lalu.
Baca Juga : Warga Mahalona, Lutim Dihebohkan dengan Penemuan Mayat Perempuan Membusuk
Namun, proyek ini terkendala dengan adanya tiang Listrik dari PT PLN persero masuk ke lokasi, seakan- akan menghambat program kerja Jurnal Celebes.
Langkah awal melakukan kordinasi dengan PLN dalam hal ini ranting Malili dan PLN Cabang Palopo. Namun tidak ada respon, sehingga melalui Pemerintah Luwu Timur melayangkan surat ke PLN Cabang Wilayah Sulsel. Tanggal 27 Februari surat tanggapan dari PT. PLN Wilayah Sulsel bahwa akhir Februari 2017 sudah beroperasi (listrik menyala) di Mahalona, tapi nyatanya di lapangan tidak demikian.
Baca Juga : Mahasiswa STIEM Muhammadiyah Palopo Belajar Seni dan Budaya di Lutim
Kepala UPT, Moh Arifin mengatakan, listrik belum masuk, hal ini disebabkan tiang belum ada. “Bagaimana mau menyala listriknya jika tiangnya saja baru didatangkan, ini sudah termasuk bukti kebohongan kepada masyarakat, karena kami butuh penerangan sama seperti masyarakat lainnya,” tutur Arifin.
Baca Juga : Musim Kemarau, Sumber Air PDAM Lutim Terancam Kering
Dengan adanya hambatan dan belum terealisasinya program penerangan, maka masyarat SP-3 melakukan pertemuan dengan kepala UPT Moh. Arifin dan Kepala Desa Buangin. Mereka bersama mendukung Jurnal Celebes untuk melanjutkan Program PLTMH dan Penghijauan di Mahalona. (Jms)
Comment