BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Bone, DR.HA.Fahsar Mahdin Padjalangi memboyong sejumlah pejabatNYA dilingkup pemerintahannya melakukan plesiran ke Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat, (16/10/2015) lalu.
Kunjungan ke daerah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bone dalam rangka menyemarakkan festival budaya Buton yang digelar sebagai peringatan HUT Kota Bau-Bau XIV sebagai daerah otonomi dan Hari jadi Bau-Bau ke 474,
Namun, bukan hanya kepala dinas, (pejabat esselon dua) yang diberangkatkan ke Buton, termasuk pejabat esselon tiga dan empat ikut dalam rombongan orang nomor satu kabupaten Bone.
Pasalnya, kunjungan pejabat (jappa-jappa) disesalkan aktivis elemen masyarakat yang menilai perjalanan dinas tersebut merupakan pemborosan anggaran.
Aktivis LSM Merdeka, Budi mengungkapkan, apa yang dilakukan para pejabat tersebut merupakan pemborosan anggaran. “Ini yang seharusnya tidak perlu, sebab sangat tidak relevan hanya kegiatan kunjungan sifatnya seremonial kemudian para pejabat bergerombol kesana, sebenarnya ada apa ini tujuannya tidak jelas,”ujarnya. Minggu, (18/10).
Menurutnya, seharusnya pemerintahan saat ini mewanti-wanti biaya perjalanan dinas yang selama ini menjadi temuan BPK, baik dari segi nilai penganggaran yang begitu besar maupun pemanfaatannya.
“Temuan BPK pada tahun 2014 dimana biaya perjalanan dinas menjadi sorotan akibat adanya temuan arus kas pada item belanja termasuk belanja bahan bakar, makan minum tidak terkendali maupun tidak bisa dipertanggung jawabkan. Ini menjadi pelajaran bagi pemkab untuk berhati-hati dalam mengelola perjanan dinas,”pungkasnya.
Baca Juga : Siswa SD di Bone Tertangkap Sedang Pesta Miras
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku leading sektor melalui sekretarisnya, Hj.Rosnawati membenarkan keikutsertaan para pejabat ini untuk memperkuat jalinan silahturahmi. “Pastinya bukan hanya pejabat yang diikutkan, ada juga dari komunitas Dewan Kesenian Bone (DKB) sekira 30-an untuk menampilkan budaya kerajaan bugis Bone yang tetap kita lestarikan,”ungkapnya.
Rosnawati menambahkan, selain ikut dalam karnaval juga memperlihatkan hasil kerajinan tangan masyarakat Bone dalam pameran.
Baca Juga : Pemda Bone Dorong Penerapan Program PUPNS Secara Elektronik
“Bahkan pada malam ramah tamah nanti, Minggu, 18 Oktober Kabupaten Bone mendapatkan kehormatan untuk menampilkan tarian ‘Sere Bissu Maggiri’ yang melambangkan keberanian dan tekad bulat dalam mengerjakan sesuatu,”bebernya. (yus/amp)
Comment