Pungutan Liar di SMK 1 Soppeng Berkedok Biaya Praktek Ujian Kompetensi Keahlian

Andi Asriani

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Biaya praktek Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 1 Watan Soppeng, dibebankan kepada siswa merupakan pungutan liar atau Pungli.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT pendidikan wilayah Soppeng Andi Asriani saat ditemui di SMA 3 Soppeng, Rabu (8/3/2017). Menurutnya, dalam ujian praktek sudah ada biaya yang ditanggung pihak sekolah, termasuk ada dana BOS. Sedang biaya makan minum dibebankan kepada siswa, hal ini harus melalui rapat komite dengan orang tua siswa.

Baca Juga : Fakultas Sastra UMI Sosialisasi Penerimaan Maba di Soppeng

“Loh kok dibebankan kepada siswa. Pada prinsipnya, biaya praktek ditanggung oleh sekolah. Selain itu, dana BOS ada disetiap sekolah, terkecuali makan minumnya dibebankan kepada sisiwa karena tinggal seharian di sekolah. Hal itu ada pengecualian, yakni harus dengan persetujuan orang tua siswa. Diluar daripada makan minum itu sudah pungli, apalagi besarannya ditentukan,” katanya.

Asriani menjelaskan, jika disebutkan sebagai sumbangan, nilai harus sukarela, tak ada nilai nominal. “Ada namanya subsidi silang, mereka yang mampu silahkan membayar lebih. Jika nominalnya, itu harus melalui kesepakatan sebelumnya antara orang tua siswa dan pihak sekolah,”katanya.

Baca Juga : Bupati Soppeng Keluhkan Rusaknya Jembatan Paddangeng

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 1 Soppeng, Sulo menyebutkan, biaya UKK yang dibebankan kepada disiswa hingga Rp470.000 setiap siswauntuk membeli bahan praktek.

Kata dia, dana BOS yang ada sangat terbatas. “Untuk yang bersaudara hanya satu yang diharuskan membayar, sekolah tak bisa menanggung semua karena mahal. Ujian kompetensi begitu memang aturannya. Ini tidak masuk Pungli tapi partisipasi karena ditanggung bersama,”kilahnya.

Baca Juga : Bengkel dan Show Room Mobil Toyota Kalla di Soppeng Tak Punya IMB

Sebelumnya Wakasek Kurikulum SMK 1 Soppeng, Mumayyiz S.pd membeberkan, jurusan kecantikan dibebankan biaya sebesar Rp415.000 setiap siswa, jurusan busana Rp470.000, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Rp.375, 000, serta Perhotelan Rp260.000.

Informasi yang dihimpun berita sulsel.com, rapat komite yang dilaksanakan SMK 1 Soppeng hanya dihadiri sebagian orang tua siswa. (Henrik)


Comment